Daftar Review

Kamis, 09 Mei 2013

Goodbye Happiness - Arini Putri


Judul             : Goodbye Happiness

Pengarang    : Arini Putri

Penerbit        : GagasMedia

Tebal              : 312 halaman







Sinopsis di belakang novel :


Review :
Skandar… bisa jadi dia adalah… Peter Pan-ku (Krystal di hal. 20)

Semuanya bermula dari jepretan foto Skandar. Cowok itu sekelas dengan Krystal namun mereka tidak pernah dekat sebelumnya. Hingga hari ini, saat Skandar diam- diam memotretnya di dalam ruangan seleksi anggota teater. Saat giliran Krystal naik pentas pun begitu. Skandar terus memotretnya meski kata Skandar, Krystal bukan model yang bagus.

Sejak saat itu mereka mulai dekat. Skandar bahkan pindah untuk duduk dengan Krystal. Banyak teman yang mengira mereka sudah pacaran. Namun tidak. Krystal senang bisa berada di dekat Skandar. Skandar memiliki pesona yang seolah menghipnotisnya. Bagi Krystal, Skandar adalah Peter Pan-nya. Bagi Skandar, Krystal adalah Tink-nya. Itulah sebabnya Skandar selalu memanggil Krystal dengan sebutan Tink.

Skan tidak mempunyai teman selain Krystal. Maka saat rumah Skan terbakar dan Ayah tirinya sudah tidak mau lagi menampung Skan, Skan tinggal bersama Krystal. Ibu kandung Skan meninggal dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Ujian Nasional pun berlalu dan saatnya melanjutkan studi ke bangku kuliah. Krystal mencoba ujian beasiswa jurusan sinematografi di universitas di negeri ginseng, Korea, dan berhasil mendapatkannya. Namun Skan malah kelihatan tidak senang karena Krystal tidak memberitahunya. Mengejutkan, tak berapa lama kemudian surat pemberitahuan yang sama tiba di rumah Krystal. Pengirimnya sama, dari Chung- Ang University, Seoul, South Korea. Hanya saja nama yang tertera berbeda. Bukan Krystal, melainkan Skandar. Krystal terlalu terkejut. Setahunya, Skandar pasti akan mengambil jurusan fotografi. Ternyata Skandar malah lebih memilih jurusan yang sama dengannya.

Kehidupan mereka di Seoul pun dimulai. Mereka tinggal di apartemen yang bersebelahan. Kondisinya masih sama seperti saat berada di Indonesia. Skan dan Krystal selalu bersama. Kapanpun, dimanapun. Meski tidak terikat dalam hubungan yang dinamakan pacaran,  Krystal cukup bahagia dengan adanya Skan di sampingnya.

Berkat kemampuan Krystal yang baik, ia berhasil diterima untuk mengikuti training di salah satu manajemen besar di Seoul, NK Entertainment. Krystal sangat senang. Namun semakin dekat menuju impiannya, masalah mulai bermunculan.

“Kau tidak akan gagal. Kau pasti berhasil menjadi aktris. Lagi pula, jika seandainya cita- citamu adalah menjadi penjaga perpustakaan, itu tidak ada pengaruhnya bagiku. Aku merasa nyaman denganmu karena itu aku menjadi sahabatmu. Aku adalah sahabatmu dan aku akan mendukung cita- citamu.” (Nayoung di hal. 215)

Park Seungho, aktor Korea yang tengah naik daun itu ternyata berasal dari manajemen yang sama dengan Krystal. Otomatis dia senior Krystal. Keduanya pun sering bertemu. Dan Park Seungho jatuh hati pada Krystal. Skan yang melihat hal ini tentu saja tidak senang.

Perbedaan demi perbedaan terus hadir. Skan yang tidak suka dengan kedekatan Krystal pada pria selain dirinya. Juga Krystal yang tidak habis mengerti mengapa harus selalu dia yang memahami Skan, pria itu tidak pernah memahaminya. Bahkan Skan sendiri tampak dekat dengan modelnya, Vanessa Ahn.

Tapi sayangnya, yang berada di sisimu belum tentu milikmu. Seperti itulah Skan bagiku.sangat dekat, tetapi tak tergapai. Dalam hati, aku terus menambahkan, mungkin saja hanya belum tergapai. (Krystal di hal. 58)

Musim- musim berlalu. Apakah kedekatan Krystal dengan Skan akan berakhir begitu saja? Bagaimana dengan Park Seungho yang mencintai Krystal setengah mati? Ikuti kisah mereka di Goodbye Happiness.

“Tink,” panggilnya tiba- tiba membuka suara. “Kamu tahu jalan cerita film tadi, kan? Dua tokoh utamanya kelihatan deket banget, tapi ternyata di akhir cerita mereka mesti pisah. Menurutmu, gimana kalau suatu hari kita yang ngalamin itu?” (Skandar di hal. 71)



Rasanya terlalu banyak yang mau ditulis tapi juga tidak bisa dituliskan sehingga beginilah reviewnya. Novel kedua dari Mbak Arini menceritakan tentang cinta segitiga Skan- Krystal- Seungho yang banyak mengaduk emosi pembaca. Ceritanya kalau mau dibilang cenderung biasa saja namun emosi yang diciptakan..dahsyat bo!

Di awal cerita, pembaca langsung dibawa kepada kehidupan artis Seungho- Krystal. Barulah setelah konferensi pers, cerita dari awal pertemuan Krystal dengan Skan hingga Seungho dimulai. Idenya cukup bagus.

Kalau ada tokoh yang membuat kening saya sering berkerut, dia adalah Skan. Awalnya (sebelum membaca sampai ke bagian belakang) saya merasa Skan sedikit aneh *tapi saya malah teringat Skan waktu makan ramen Korea..iihh* . Dia selalu melindungi Krystal dengan caranya sendiri. Mau dibilang egois, tapi..ummmmhhh….aihh, sikapnya seolah mendominasi setiap bagian dari diri Krystal. Semua yang Krystal lakukan harus disetujui oleh Skan, kalau tidak, cowok itu bakalan ngambek.

Berbeda dengan Park Seungho yang bikin pembaca cewek jatuh cinta sama dia. Bukan karena dia artis Korea ya, tapi karena cintanya yang begitu tulus. Setiap hal yang ia lakukan selalu atas nama kebahagiaan Krystal. Pokoknya yang Krystal tidak suka, jangan dipaksakan.

Karena itulah, saya memberi empat bintang untuk novel ini.
1,5 --- untuk covernya yang kece abis *korban cover* : ))
1,5 --- Seungho oppa yang keren :D
1,5 --- ending yang memuaskan.
-0,5 – Skan yang membuat segalanya menjadi rumit dan kurang menyenangkan.

Well, saya tidak bisa mereview banyak. Beli novelnya, baca, dan rasakan emosi yang dalam di kehidupan mereka. Selamat membaca :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar